Bingung saat setting iklan Facebook atau Instagram Ads: “Sebaiknya traffic diarahkan ke mana? Ke WhatsApp, DM Instagram, Website, atau Marketplace?”
Salah memilih Funnel (Alur Iklan) bisa membuat budget iklan terbuang percuma karena tidak sesuai dengan perilaku konsumen di industri Anda.
Di video kali ini, kita akan membahas cara termudah menentukan funnel terbaik, yaitu dengan metode ATM (Amati Tiru Modifikasi) menggunakan fitur gratis dari Meta, yaitu Ads Library.
Apa yang akan Anda pelajari di video ini:
1. Cara Riset Kompetitor (Spying): Bagaimana cara menggunakan Meta Ads Library untuk melihat iklan-iklan yang sedang dijalankan oleh kompetitor Anda. Kita bisa melihat ke mana mereka mengarahkan audiens (Landing Page, WA, atau Profil IG).
2. Studi Kasus: Industri Fotografi: Analisa funnel untuk jasa foto.
Rata-rata kompetitor mengarahkan ke Profil Instagram (untuk portofolio) atau WhatsApp.
Kapan harus menggunakan Landing Page (Website)? Biasanya untuk jasa premium (High Ticket) di atas Rp 5 juta agar terlihat lebih profesional.
3. Studi Kasus: Industri F&B (Kuliner): Analisa funnel untuk bisnis makanan.
Penggunaan Linktree (Bio Link) untuk memberikan banyak opsi (GoFood, GrabFood, ShopeeFood, WA).
Penggunaan CPAS (Collaborative Ads) untuk produk makanan kemasan (sambal/kaleng) yang bisa dikirim ke seluruh Indonesia via Marketplace.
4. Pentingnya Testing: Jangan hanya meniru buta! Meskipun satu industri, harga dan target pasar yang berbeda bisa membutuhkan funnel yang berbeda. Temukan mana yang paling cocok untuk bisnis Anda lewat testing.
Tonton video ini sampai habis agar Anda tidak salah langkah dalam menyusun strategi alur iklan Anda!
Belajar Digital Marketing yang Terbukti dari Praktisi bersama Upgraded cek langsung.
🔗 Website : https://upgraded.id
#upgradedid #digitalmarketing
Tags :
